Kebersamaan Dan Permainan Tradisional

Permainan ini umumnya dilakukan di lapangan atau halaman rumah yang agak luas. Lapangan tersebut harus ditandai dengan beberapa garis batas berbentuk segi empat. Kelereng atau yang dikenal dengan sebutan gundu memiliki bentuk seperti kaca bening dan memiliki motif serta warna yang beragam identik dimainkan oleh anak laki-laki. Permainan ini cukup mudah dimainkan namun perlu kehati-hatian, karena dikhawatirkan akan tertelan oleh anak di bawah umur. Banyak permainan seru pastinya saat kamu dan teman-teman yang kamu mainkan saat masih kecil.

Orang pertama yang menemukan dan membawanya ke garis akhir adalah pemenangnya. Pencatat waktu akan menentukan orang yang melintasi garis akhir yang pertama. Pemain “stoplight” berdiri dengan jarak sekitar 20 kaki dari pemain lainnya. Dalam mendapatkan rezeki, misal dengan cara bekerja maupun berdagang, bukan hanya dengan mengandalkan nasib semata. Biasanya, pengelola menitipkan mesin tersebut di minimarket maupun toko yang banyak dikunjungi anak-anak.

Gasing terbuat dari kayu atau bambu yang dimainkan dengan cara diputar menggunakan tali. Kemudian gasing dimainkan secara bersamaan untuk diadu, gasing yang berputar paling lama maka ia pemenangnya, dan sebaliknya, gasing yang paling cepat berhenti maka dia yang kalah. Permainan ini lebih asyik jika dimainkan ramai-ramai untuk melihat layang-layang siapa yang terbang lebih tinggi. Permainan yang satu ini dimainkan dilapangan, dengan cara membuat kotak terlebih dahulu dan di atasnya digambar dengan sebuah gunung.

Berikut Gramedia rekomendasikan 15 permainan anak zaman dahulu yang menarik untuk dimainkan. Ini merupakan permainan papan kertas yang bisa dimainkan oleh maksimal four orang. Tujuan dari permainan ini adalah untuk menjadi pemain ‘kaya’ memiliki banyak negara atau kota yang disewakan. Sehingga saat bidak lain menginjak tempatmu, kamu akan menerima sejumlah uang ganti rugi.

Selain itu, permainan ini juga dapat meningkatkan kecerdasan motorik anak, seperti halnya yang dijelaskan pada buku Ragam Permainan Tradisional Di Indonesia. Peluru dibuat menggunakan kertas yang dibasahi dengan tujuan agar tidak sakit jika mengenai lawan. Anak-anak biasanya memainkan ini untuk bermain perang-perangan atau bisa ditembakkan ke lahan kosong. Anak-anak akan membelinya di pedagang mainan keliling atau yang biasa mangkal di sekolahnya. Permainan bongkar pasang ini memiliki manfaat untuk mengasah kreatifitas anak.

Terlebih jika kamu sudah lama tidak bersua karena terpisah oleh jarak, sibuk dengan padatnya pekerjaan, dan pandemi yang seperti tidak kunjung usai. Baik ayah, ibu, adik ataupun kakak harus hati-hati dalam memilih balok yang akan diambil jika tidak ingin ingin kalah dalam permainan. Semakin lama permainan ini akan semakin menegangkan karena susunan Uno yang semakin tidak karuan. Agar lebih seru, berikan hukuman pada yang kalah atau berikan hadiah untuk pemenang. Permainan ini tersedia dengan beragam harga sesuai dengan kualitas bahan dan barangnya. Anda dapat membeli monopoli yang sesuai dengan finances yang dimiliki.

Anda dan keluarga bisa quality time di rumah dengan rekomendasi permainan keluarga yang seru dan menyenangkan. Satu pemain berlutut dan kemudian membungkuk, menjadikan punggungnya sebagai ‘meja’. Pemain lainnya meletakkan telapak tangan mereka yang terbuka di atas punggung si anak. Kemudian, sambil menyanyikan lagu ‘Cublak-cublak Suweng’, satu orang menggerakkan sebuah benda kecil dari satu telapak tangan ke telapak tangan berikutnya.

– Pekan Kebudayaan Nasional”, telah ditonton lebih dari 318 ribu kali. Video tersebut menggambarkan serunya permainan-permainan tradisional yang dipamerkan di PKN, seperti mobil-mobilan dari bambu, egrang, congklak, dan lain-lain. Anak-anak bisa memainkan gasing ketika jam istirahat sekolah atau sepulang sekolah. Untuk beradu permainan ini anak-anak bisa memainkannya di tanah yang lapang.

Ketika sampai di lirik terakhir lagu, “Ini dianya yang terbelakang”, maka terowongan diturunkan dan menangkap pemain yang kebetulan ada di bawahnya. Pemain tersebut kemudian berbaris di belakang salah satu anak yang bertugas menjadi terowongan. Begitu seterusnya sampai semua anak berbaris di sisi kanan atau kiri terowongan. Yang memiliki pengikut terbanyaka akan menjadi induk ayam dan anak-anaknya, sementara lawannya menjadi serigala. Serigala bertugas mencoba menangkap ayam, dan induk ayam harus melindungi anak-anaknya.

Related Posts